Wednesday, 3 February 2016

Untukmu yang menunggu

Tepat pada hari ke 120 di rahim ibunya, seorang "calon manusia" mengalami kejadian hebat dalam hidupnya. Disaat itu esensinya sebagai manusia diakui karena saat itu ruh ditiupkan dan membuat calon manusia itu menjadi hidup, bukan hanya tumbuh dan berkembang. Tapi tidak hanya itu, Allah SWT melakukan suatu kejadian besar lagi ketika hari itu, yaitu menetapkan takdir bagi si “calon manusia” itu, Allah SWT menetapkan perihal rezekinya, perihal jodohnya, perihal mautnya, serta perihal bahagia dan suka yang akan dialami oleh si “calon manusia” tersebut. Masha Allah, Allah begitu apik menyusun skenario hidup makhluknya, bahkan saat makhluknya belum terlahir ke dunia, Allah telah menyelesaikan script drama kehidupan yang akan dijalani oleh makhluknya.

Ada hal yang paling menarik di antara ketetapan Allah SWT tersebut, hampir semua insan mengalami rangsangan adrenalin begitu tinggi ketika menceritakan ketetapan Allah SWT yang satu ini. Jodoh, begitulah kosakata membahasakannya. Tak dapat dinafikan bahwa jodoh merupakan rezeki terbesar dalam hidup manusia, jodoh merupakan mistery guest yang paling ditunggu kehadirannya, bahkan dipersiapkan untuk menyambut kedatangannya. Impuls luar biasa yang diberikan oleh jodoh menyebabkan banyak diantara manusia yang menunggu-nunggu, bahkan menjadi perasaan tak karuan, istilah anak mudanya galau.

Lalu muncul pertanyaan, bagaimana menemukan jodoh itu ? harus dijemput atau ditunggu saja ?. Jodoh memang ditangan Tuhan, tapi kalau tidak diambil, tidak dijemput maka dia akan selamanya ditangan Tuhan. Apakah cukup dengan hanya menunggu dan berharap besok pagi datang pangeran berkuda putih di depan rumah dengan setangkai mawar merah, tentunya tidak. Perhatikan kalimat luar biasa yang langsung Allah SWT lantunkan di dalam Al-Quran Surat An-Nur : 26

Perempuan-perempuan yang keji untuk laki-laki yang keji, dan laki-laki yang keji untuk perempuan yang keji (pula), sedangkan perempuan-perempuan yang baik untuk laki-laki yang baik, dan laki-laki yang baik untuk perempuan –perempuan yang baik......”

Jelas bahwa Allah SWT menjanjikan pasangan yang baik hanya untuk pribadi yang baik, pasangan yang keji hanya untuk pribadi yang keji. Lalu, bagian dari janji Allah yang manakah yang harus dipertanyakan?

Semua orang tentu ingin mendapatkan jodoh yang baik, jodoh yang taat, dan bertanggung jawab. Jika diberikan pilihan jodoh yang memiliki nilai 7 atau 8, maka hampir semua akan memilih jodoh yang bernilai 8, bahkan jika dihadirkan jodoh yang bernilai 9, tentu itu akan menjadi pilihannya. Itu fitrah manusia, selalu menginginkan yang terbaik dalam kehidupannya. Pertanyaannya, apakah setiap manusia akan dipertemukan dengan jodoh yang memiliki nilai terbaik ? Tentunya tidak. Lalu bagaimana supaya dipertemukan dengan jodoh yang memiliki nilai terbaik ?. Tagihlah janji Allah SWT. Bukankah Allah SWT telah menjanjikan bahwa pasangan yang baik hanya untuk yang pribadi yang baik ?. Dari hal ini dapat ditarik kesimpulan penting bahwa jika menginginkan jodoh yang baik, maka bentuklah diri ini menjadi pribadi yang lebih baik. Jika menginginkan jodoh bernilai 9, maka harus menjadi pribadi yang memiliki nilai 9, tapi jika hanya menginginkan jodoh bernilai 6 maka cukup menjadi pribadi yang memiliki nilai 6. Intinya, Allah hanya akan memberikan pasangan yang pantas untuk makhluknya. Jodoh itu adalah refleksi dari diri sendiri. Jangan pernah menyalahkan keadaan jika mendapatkan pasangan yang memiliki nilai 6 karena sesungguhnya pribadi ini pun bernilai 6.

Sebagian orang sering mempertanyakan kenapa jodoh saya tak kunjung datang, padahal saya sudah rajin ibadah ?. Sekali lagi inilah hukum ke “pantas” an Allah SWT berlaku pada makhluknya. Bukan Allah SWT yang belum memberikan jodoh, tapi diri ini yang belum pantas untuk dipertemukan dengan jodoh. Ketika pribadi ini masih memiliki nilai 6 sementara jodoh telah memiliki nilai 8, pantaskan Allah mempertemukan ?. Tidak, sangat tidak pantas. Maka, buatlah pribadi ini menjadi bernilai 8, sehingga setelah sama dan pantas percayalah Allah SWT akan mempertemukannya. Inilah yang kita sebut dengan ilmu memantaskan diri. Sampai kapan harus memantaskan diri ? Sampai jodoh itu datang, bahkan  sepanjang hidup.

Tak ada satupun manusia mengetahui berapa nilai kepribadiannya di mata Allah SWT, juga tidak mengetahui berapa nilai jodohnya. Dan tentunya tidak boleh mengklaim bahwa diri ini telah baik dan harus dapat yang baik. Bukankah Allah lebih mengetahui yang terbaik untuk hamba Nya ?. Teruslah berusaha memantaskan diri ini, teruslah bermetamorfosa menjadi pribadi yang lebih baik. Semakin sibuk memantaskan diri, maka 

Untukmu yang sedang menunggu, jangan bangun khayalan tentang kehadiran sang pangeran atau bidadari, tetapi sibukkan diri dengan memantaskan diri. Ingat, Allah hanya memberikan seseorang yang pantas untuk kita. Jika diri ini semakin tenggelam dalam metamorfosa menjadi lebih baik, maka tanpa disadari Allah SWT telah menyiapkan skenario perjumpaan dengan jodoh terbaik. Percayalah akan janji Allah SWT. Cukupkan ikhtiar, lengkapi dengan doa, lalu sempurnakan dengan bertawakall kepada Allah SWT.

                                                                                                Medan, 4 Februari 2016, 11 : 51

Friday, 17 January 2014

Percayakan Saja Kepada Allah

Kerja keras, berusaha, ikhtiar, adalah beberapa kosa kata yang menggambarkan usaha yang dilakukan manusia untuk mencapai sesuatu yang benar-benar ia harapkan. Bahkan tak jarang kita melihat bahwa manusia itu begitu totalitas dalam melakukan usahanya, berharap agar hasil yang diperolehnya nanti sesuai dengan usaha yang telah dilakukan serta sesuai dengan apa yang diharapkan. Seorang pelajar atau mahasiswa misalnya, ia akan sangat rajin belajar, serius mengikuti proses pembelajaran, merelakan diri menghabiskan waktu di dalam perpustakaan untuk mempelajari beberapa topik, atau ada yang tidak tidur hanya untuk menghadiahkan tugas yang mendekati sempurna untuk para guru atau dosennya. Semua hal yang dilakukan oleh pelajar atau mahasiswa tersebut adalah agar ia bisa mendapatkan ilmu yang dibutuhkannya, dan itu benar, akan tetapi tidak dapat dinafikan bahwa kebutuhan akan penghargaan atas usaha yang telah dilakukannya berupa nilai yang bagus, itu juga benar.

Jikalau kita telah melakukan sesuatu usaha yang maksimal, kemudian kita mendapatkan hasil yang sesuai dengan apa yang kita usahakan dan apa yang kita harapkan, maka itu lah yang kemudian kita definisikan sebagai suatu perasaan bahagia, lalu ?? bagaimana jika kondisi yang terjadi tidak seperti yang kita harapkan ?? akankah itu bisa kita definisikan sebagai ketidak bahagiaan ???. Jika memang seperti itu betapa banyak ketidakbahagiaan di dunia ini. Sungguh pelik kita mendefinisikan hal itu sebagai ketidakbahagiaan, di antara beribu nikmat yang telah diberikan Allah kepada kita, kemudian kita memunculkan idiom “tidak bahagia” hanya ketika apa yang kita harapkan tidak sesuai dengan apa yang terjadi.

Lalu, apakah Allah itu adil dengan hal yang sedang diperbuatnya ?? bukannya Dia sendiri yang telah tegas menyatakan di dalam surat Ar Ra`d ayat 11 yang artinya “Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah keadaan suatu kaum sebelum mereka mengubah keadaan diri mereka sendiri”. Ayat ini dengan tegas menyatakan bahwa jika kita berusaha untuk mengubah diri kita, maka Allah akan menjamin perubahan itu terjadi. Nah lo?? Ini Allah yang betul-betul menjanjikan, lalu kenapa ketika seorang pelajar atau mahasiswa berusaha keras, rajin belajar agar mendapatkan nilai yang bagus, malahan tidak mendapatkan hal yang diinginkannya?? Kemanakah janji Allah itu ???

Dan kemudian kita mendefinisikan bahwa Allah itu tidak adil ?? Allah itu ingkar janii?? Tidak !!!. Ada suatu cerita luar biasa, ada hikmah yang tidak bisa ditebak ketika kondisi ini menimpa kita. Ujian dan cobaan yang diberikan Allah ini adalah suatu skenario Allah yang pasti akan berujung kepada sesuatu yang indah dan bermakna. Ketika air mata ini berjatuhan, menyuarakan perasaan hati yang tidak bisa diungkapkan, ketika raga ini terlalu lelah dengan usaha yang telah dilakukan, akan tetapi hasil yang diharapkan tidak sebanding dengan apa yang terjadi. Apakah Allah melihat usaha yang kita perbuat ??? tidakkah Dia berkenan untuk membalas usaha itu ?? lalu bagaimana dengan mereka ?? mereka yang usahanya tidak maksimal, bahkan ada yang tidak berusaha, mereka mendapatkan hasil yang mereka harapkan ?? Dimana Allah ?? Apakah Allah hanya diam saja ???

Tentunya perasaan ini acap kali muncul. Apalagi ketika sahabat, rekan kerja, tetangga atau orang lain bisa mendapatkan hasil yang diharapkan dengan usaha yang minimal. Nah kita ??? yang usahanya sudah paling maksimal malahan mendapat hasil yang jauh dari apa yang kita perkirakan. Pertanyaannya, siapakah yang patut disalahkan ???. Begitulah manusia, perasaannya akan cepat menguasai pikirannya dalam kondisi seperti ini, akibatnya logikanya akan bekerja untuk mulai menyalahkan Allah. Naudzubillahi min dzalik. Padahal Allah juga telah menjawab kegalauan ini di dalam surat ................. yang artinya “.........................”. Ayat ini menjelaskan bahwa hal-hal yang telah kita terima, sedang kita terima atau yang akan kita terima semuanya adalah hal yang terbaik untuk kita. Lihatlah, Allah benar-benar teramat bertanggung jawab atas kehidupan kita. Bukankah Allah yang Maha Mengetahui tentang diri ini ? tentunya Dia tahu apa-apa saja yang terbaik untuk kita. Dia lha yang mengatur segala lika-liku hidup kita agar kita selalu mendapatkan apa-apa yang sebenarnya kita butuhkan bukan apa-apa yang kita inginkan. Garis bawahi, bukan KEINGINAN tapi KEBUTUHAN.

Sayangnya, manusia begitu cepat untuk menjudge bahwa Allah itu tidak adil, Allah itu pilih kasih. Apakah dengan menjelek-jelekkan Sang Maha Kuasa masalah akan menjadi baik ?? tentunya tidak bukan? Jadi apa gunanya. Selang beberapa waktu Allah akan menunjukkan bahwa takdir yang menimpa kita sebelumnya memberikan suatu berkah yang berharga kepada kita, dan sekali lagi manusia sering lupa bahwa inilah balasan usaha yang dulu pernah dilakukannya. Allah baru saja menunda memberikan hadiah kecil kepada kita agar kita lebih bersabar karena ada hadiah yang teramat besar yang sedang Allah siapkan untuk kita ? Lalu apakah kita tidak bisa bersabar sebentar menunggu hadiah yang besar itu ? apakah perlu kita terburu-buru meminta hadiah yang kecil jikalau Allah sebenarnya akan memberikan hadiah yang teramat istimewa. Luar biasa bukan !

Pada hakikatnya, tidak ada hal-hal yang jelek dalam hidup ini. Jika kita bisa merunut kembali setiap peristiwa hidup ini maka kita akan menemukan bahwa skenario kehidupan kita benar-benar luar biasa, sutradara kehidupan ita yakninya Allah benar-benar merupakan sutradara terbaik sepanjang zaman. Tidak ada yang sia-sia dalam hidup ini, semuanya bermakna, semua punya cerita dan kisah tersendiri. Jika memang diri ini ditimpa suatu cobaan, maka kembalikan semuanya kepada Dzat yang memberikan cobaan itu dan kemudian bersabarlah untuk menunggu kejutan besar yang akan diberikan kepada kita. Kita memang diberikan kebebasan untuk merencanakan kehidupan ini, membuat hidup ini lebih sempurna, akan tetapi, sebaik, sebagus, dan sehebat apapun rencana kita, maka ketahuilah rencana Allah itu jauh lebih baik. Percayakan semua kehidupan ini kepada Sang Khalik, Hanya Dia yang mengetahui diri kita, bahkan Dia lebih tahu diri kita dari pada kita sendiri.

Itulah uniknya pribadi seorang muslim, ia akan bersabar ketika ia mendapatkan musibah dan ia akan bersyukur ketika ia mendapatkan kebahagiaan. Lihatlah, betapa indahnya hidup jika kita bisa menikmati dan mensyukuri semua alur kehidupan ini karena hidup ini cuman sekali, bersyukur akan membuat hati ini menjadi lebih lapang dan jauh dari masalah. Jadi nikmatilah dan kemudian syukurilah !. Sebuah renungan penutup, Surat Ibrahim ayat 7 “Sesungguhnya jika kamu bersyukur, niscaya Aku akan menambah nikmat kepadamu, tetapi jika kamu mengingkari nikmat Ku, maka pasti azab Ku sangat berat” 

Waalahu `alam bis Shawwab !!

Sunday, 18 November 2012

Insya Allah Menuju Tempat Yang Terbaik

Apa yang kalian pikirkan ketika kalian tidak diterima di lingkungan kalian ? Cuek ? Sedih ? atau malah bahagia ? Ya....itu semua suatu kondisi yang sangat bergantung dengan kepribadian seseorang.. dan Aku...?? sampai saat ini aku masih sibuk berkeluh kesah... Astagfirullah hal adzim.. Ya.... tempat dimana aku berdiri sekarang, adalah sebuah "Penjara Suci" bagi ku, aku sungguh merasa tidak nyaman disini. Ntah....ntah apa sebabnya... tidak ada satu orang pun yang tahu bagaimana kondisi aku disini... Dosakah aku ?? aku memanipulasi semua cerita indah yang sengaja aku rangkai disini, sehingga semua orang mengetahui bahwa aku sangat bahagia di tempat ini. Sebenarnya aku ingin berhenti, tapi ntah kenapa hati kecil ini selalu menahanku disini Aku sudah muaak...muak dengan kondisi di "Penjara Suci" ini, tapi apalah daya, aku tidak tahu harus mengadu kepada siapa... Aku capek jika hanya terus-terusan menjadi seorang ibu rumah tangga, aku ingin berkarier, seperti mereka...ya....sekali lagi seperti mereka.. Mereka bahagia, mereka bisa membagikan ilmu kepada setiap anak yang diajar, kemudian aku ??? bahkan aku tidak punya sedikit kesempatan untuk mengaplikasikan ilmu yang
Apa aku terlalu bodoh ?? sehingga mereka, para sipir-sipir "Penjara Suci" tidak menjadikan aku sebagai pemberi ilmu.. aku ingin menjelaskan kepada mereka kalau aku bisa.. aku mampu...kenapa aku tidak diberi kesempatan membagi ilmu... What the Hell all of this... tanggal 5 Desember nantik, saat dimana keputusan itu akan aku ambil, ya...aku akan beranjak...pergi dari tempat ini.. insya Allah menuju tempat yang lebih baik.. Insya Allah

Thursday, 14 June 2012

Surat Untuk Sang Khalik...

Di balik keheningan malam ini, aku masih terjaga menikmati keindahan malam... semakin malam, semakin hening dan semakin damai.... Tuhan... malam ini aku berharap bisa berbagi cerita dengan Mu... berbagi sebongkah kesedihan yang teramat sakit untuk ku rasakan sendiri... Tuhan... Semua ini terasa menyakitkan untukku.. Kenyataan ini sangat pahit untuk aku hadapi sendiri.. tapi, aku tidak tahu harus berbagi dengan siapa... Aku tidak ingin memperlihatkan kesedihanku dihadapan mereka.... Astagfirullah Hal adzim.. Ini benar-benar sakit ya Rabb.... Tuhan... Aku tahu, semua ini adalah bagian dari skenario yang telah Engkau rancang.. dan aku pun pasti menemukan jalan keluarnya... ya....hanya menunggu waktu yang nantinya akan menyelesaikan kegelisahan ini.. Tuhan... Aku ingin berhenti bermimpi.. membuat semuanya menjadi nyata.. menjadikan semua yang hidup dalam imajinasiku menjadi sesuatu yang nyata, sesuatu yang bisa aku sentuh dan aku pandang .... Aku muak harus bermimpi di setiap malamku... merencanakan sebuah kehidupan yang begitu teramat bahagia dalam dunia imajinasiku... Tuhan... Terkadang akal sehatku membenarkan kalau mereka itu nyata...sangat nyata... Kenapa??? kenapa harus muncul perasaan ini ya Tuhan... sekali lagi, semua ini terlalu berat untuk aku pikul sendiri ketika aku memejamkan mata,.. maka imajinasiku akan bekerja.. menciptakan suatu istana kebahagiaan yang luar biasa.. yang aku pun tak pernah membayangkan... tapi...imajinasiku...bisa menghadiahkanku sebuah istana kebahagiaan.. Ini terlalu berat untukku... Tuhan.. terlalu berat ini... sangat berat... akankah ini sampai di tempat yang seharusnya??? Selalu berharap semua ini akan berakhir ya Allah....

Sunday, 10 June 2012

Jangan Jadi Anak Manja

Cerita ini bermula dari sebuah acara silaturrahmi tokoh wanita di Pekanbaru. Acara yang ditaja oleh salah satu bidang di BEM UNRI ini, yaitu DPP ( Dewan Pemberdayaan Perempuan ), mempertemukan kami dengan sosok wanita yang luar biasa yaitu nya Ibunda INDRIA RITA. Mungkin tidak banyak publik yang mengenal beliau, apalagi kawula mahasiswa, bahkan tidak “ngeh” dengan perempuan luar biasa ini. Ibu ini akan lebih dikenal di kancah perpolitikan Pekanbaru, ya…begitulah resikonya sebagai seorang istri seorang pemimpin, begitulah seloroh kecil keluar dari mulut Ibu ini. Ya….beliau adalah istri dari wakil walikota Pekanbaru, Bapak Ayat Cahyadi, S.Si. Sebenarnya, suatu kebanggaan luar biasa ketika bertatapan, berbincang bahkan berjabat tangan dengan beliau. Sosok yang sangat bersahaja ini kami temui di kediamannya di Jalan Ronggowarsito. Berbalut gamis hitam bercorak merah muda dan jilbab merah muda panjang yang menutupi sampai perutnya, beliau menyapa dan menyalami kami satu per satu. Ya….sekali lagi, sangat bersahaja, ramah dan tenang. Pembicaraan akhirnya dimulai dengan antusias, saling bertukar informasi dan berbagi pengalaman yang tentunya akan menjadi sesuatu hal yang berharga. Satu hal yang patut di underline dari sepanjang percakapan dengan beliau adalah “ Jadi perempuan itu, jangan manja, cobalah untuk mandiri, supaya tidak gamang ketika ditinggal oleh orang terdekat. Dan jangan gantungkan semua nya kepada suami. Cerita pernikahan yang ideal itu hanya kamuflase, itu hanyalah cerita dari sebuah novel. Pernikahan itu tidaklah sulit, tapi juga bukanlah hal yang mudah”. Kurang lebih seperti itulah redaksi dari Ibu wawako ini. MANJA….ya…sebuah kata yang sangat identik dengan perempuan. Ketika seseorang menyebut istilah manja, maka yang imajinasi akan bekerja lalu memproyeksikan bayang seorang perempuan, seorang anak tunggal atau seorang anak bungsu. Kenapa bisa seperti itu? karena “oknum” tersebut adalah pelaku-pelaku umum yang biasanya melakukan kegiatan MANJA. Sebenarnya apa sih manja? Seberapa penting kah eksistensi manja dalam hidup ini? MANJA sebenarnya adalah salah satu sifat yang selalu menggantungkan diri dengan orang lain, baik itu dalam berbagai segi kehidupan, akibatnya jika tidak ada orang lain yang menjadi tempat bergantungnya “oknum” MANJA ini maka serasa dunia akan berhenti berputar, serasa hidupnya seolah berakhir. Banyak sekali contoh yang bisa kita lihat, misalnya Kalau gak diantar papa ke sekolah gak mau pergi ke sekolah, harus dikirimin lauk terus sama mama, kalau gak nantik bisa-bisa gak makan. Biasanya, orang manja ini sangat terlihat dari sikap dan tingkah lakunya. Sangat nelangsa sekali sifat seorang “oknum” manja ini. Biasanya mereka tidak akan bisa mengerjakan sesuatu yang bagi orang lain gampang dilakukan, misalnya nyapu ( kebangetan banget kalau gak bisa nyapu), nyuci kain atau hal-hal sepele lainnya. akan terlihat lebih jelas lagi, ketika “oknum” manja ini ditimpa masalah. Waaaah….hati-hati deh pokoknya, dunia akan kacau kalau tiba-tiba dia marah. Air laut akan bertambah karena uraian air mata dia. Ha….pokoknya dunia akan amburadul kalau sampai “oknum” MANJA ini ditimpa suatu permasalahan, istilah yang cocok mungkin yaitu “LEBAY”. Pentingkah sifat ini kita pelihara? Ya…tentu saja TIDAK….ini adalah salah satu sifat yang bisa menjerumuskan kita ke dalam lubang kegalauan dan keputus asaan. Sekarang,…coba kita pikir dengan pikiran yang jernih. Coba jawab pertanyaan ini dalam hati Sampai kapan akan bergantung dengan orang lain??...... Apakah yakin akan selalu ada tempat bergantung?? …. Bagaimana jika orang tempat bergantung tiba-tiba menghilang???.....apa yang bisa dilakukan???.... apakah menunggu tempat bergantung yang baru???.... TIDAK Bro….. Life Must Go On. Bagi, seorang “oknum” MANJA, kehadiran orang tempat bergantung adalah hidup dan matinya. Tanpa dia, maka si “oknum” akan langsung tidak bisa berbuat apa-apa. Nah….ini yang harusnya menajdi pertimbangan. Akankah kita berhenti melakukan aktivitas kehidupan kita hanya gara-gara seseorang tidak hadir membantu kita??? Untuk itu, kita perlu menDELETE kata-kata MANJA dalam kamus kehidupan kita. Ya…mungkin sekarang masih punya orang tua, sahabat, keluarga atau pacar mungkin yang bisa menjadi tempat bergantung, tapi sampai kapan??? Siapa sih yang bisa menjamin kalau besok pagi semua orang itu masih ada??? Nah….Lo…bingung kan mesti ngapain kalau tiba-tiba mereka hilang. Nah…intinya, mulai detik ini harus hapuskan sifat itu. jangan jadi anak MANJA. So…..What Must I Do??? Pelajari lah semua hal yang akan berguna bagi kehidupanmu. Kalau kamu rasa perlu mempelajari cara memperbaiki lampu, sekring, atau alat-alat listrik, ya….pelajari, setidaknya sedikit banyak tahu akan hal itu. Atau kalau kamu rasa perlu belajar masak dan menjahit, Why Not kan???, belajar nyetir??? Apalagi.. dan masih banyak hal yang lain. Jangan sungkan untuk belajar kapan pun, dimana pun dan dengan siapa pun. Ingat….Ilmu itu ada dimana-mana, ilmu itu ada kapan saja, dan setiap orang di bumi ini punya ilmu yang berbeda, hanya saja tergantung kita memanfaatkan sarana ilmu tersebut. AYOO….ini saatnya berhenti untuk jadi anak cengeng…berhenti untuk jadi anak MANJA…tapi jadilah anak mandiri yang bisa mengerjakan sesuatu sendiri. Ya….butuh orang lain, tapi bukan berarti tanpa orang lain semuanya akan berakhir. TIDAK….!!! Jumat/6 April 2012 11:20 WIB “Perempuan Manja yang insya allah akan berubah…. AMINNN”

Monday, 6 June 2011

Ketika Hati Yang Tersakiti Berbicara

Pernah kah merasa kalian merasa dimanfaatkan????.....
Ya….sebuah perasaan yang mungkin dimiliki oleh semua orang, tetapi kadar yang dimiliki oleh setiap orang itu berbeda…. Ya…terkadang, kelebihan dan segala keberuntungan yang kita miliki malah menjadi bomerang bagi diri kita sendiri……. Orang-orang akan melihat segala kelebihan itu sebagai tempat mereka bersandar di atas diri kita….
Lalu, salah kah hal itu????
TIDAK!!!!!!
Sang penguasa jagad raya, sengaja membuat manusia dengan sifat seperti itu, manusia yang hina diciptakan dengan segala hal yang berbeda satu sama lainnya, untuk apa???? Ya….jawabannya untuk saling melengkapi….keberadaan orang kaya akan sangat signifikan sekali bagi orang miskin….keberadaan petani kecil pun akan berarti bagi kelangsungan hidup seorang pengusaha besar……….
Ya….Dia memang adil….Dia ciptakan kita dengan kekurangan dan kelebihan yang berbeda…agar satu sama lain saling melengkapi…saling memberi…saling menolong….
Akan tetapi….haruskah kelebihan dan kekurangan yang berbeda itu menjadi ajang untuk memanfaatkan orang lain???? Untuk menggunakan segala kelebihan yang dimiliki orang lain demi suatu keinginan yang ingin kita capai…..
TiDAK wahai saudara ku…….
Jangan pernah menjadi benalu bagi orang lain….yang selalu tidak diharapkan kedatangannya bagi semua orang…yang selalu meninggalkan hal-hal yang dibenci oleh orang lain…jangan wahai saudara ku……
Kita boleh menumpangkan diri atas kelebihan orang lain, tetapi sekali-kali jangan dijadikan sebagai suatu bentuk pemanfaatan…….ingatlah…dia itu saudara kita………bagian dari hidup dan jiwa kita…..berikan dia hak yang sepatutnya dia dapatkan….berikan dia kasih sayang yang besar…….kasih sayang dari saudara untuk saudara nya….yang berada di dalam ridho Nya….
Jangan engkau bebankan suatu kebutuhan yang engkau sendiri harus mendapatkannya, kepada sahabat mu…kepada saudara mu…..Ingat…saudara mu bukan sarana untuk memuaskan kebutuhanmu…..tetapi saudara adalah penolong dan penyemangat bagi kita untuk mendapatkan mimpi-mimpi kita……
Sekali lagi…jangan manfaat kan saudara mu..atas kelebihan yang dia miliki…….. ingat….. rasa jenuh sahabat itu akan sampai di titik klimaksnya…… dan di saat itu, air akan mendidih, akan mengeluarkan hawa yang panas, dan apabila air itu tumpah, maka akan menyakitkan……
Jadi, sebelum air itu tumpah……jangan buat it mendidih….jangan buat air itu sampai di titik klimaksnya……..

Teristimewa untuk seseorang yang telah berungkali menyakiti hati sahabatnya tanpa ia pernah sadari….

Monday, 21 March 2011

21 Maret 2011

Hidup memang penuh perjuangan...terkadang..semua terasa berat...
lalu..tanpa kita sadari, semuanya berjalan dan mengalir seperti air....
Nah??? kita nikmati kan setiap alur yang sedang kita lalui ???
ya...awalnya kalau semuanya hanya dipikirkan..maka sesungguhnya akan benar-benar menjadi susah..
ketika tugas kuliah bertumpuk..
ketika pekerjaan kantor mendesak..
ketika rumah tangga berantakan..
ketika dana agak macet..
ketika penyakit datang dan enggan untuk pergi....
ya..itu wajar...
jika memang tidak mau ada masalah...sebaiknya pergi saja ke kuburan..
Dunia memang sejuta akan masalah..
kenapa harus ada masalah???
ya....kedewasaan itu akan muncul jika kita terbiasa menghadapi masalah..
sekarang coba bandingkan anak jalanan dengan anak bangsawan???
kira-kira mana yang paling dewasa???
mana yang paling bisa mengerjakan segala sesuatu???
ya..anak jalanan..
Kenapa???
karena mereka terbiasa menghadapi masalah setiap harinya..
sehingga kedewasaan akan lebih cepat muncul dari anak bangsawan..
Nah lho...begitu juga dengan kehidupan manusia..
berjuta masalah yang kita hadapi..hanya untuk mengasah mental kita..mejadi semakin dewasa..
bekal menjalani kehidupan ini ke depannya..
lalu...apa yang kita lakukan ketika masalah ini datang ???
sementara kita sendiri belum siap menghadapinya???
Ya...kalau ditanya..tidak ada satu orang pun yang mau "kedatangan masalah"..
tapi ini dunia..
yang berisi sejuta masalah..
jangan khawatir wahai saudara ku..
ketika masalah itu datang segera lihat sisi positif nya..
ingatlah..Allah SWT tidak akan membebani seseorang melainkan sesuai dengan kemampuannya..
Dan Allah SWT juga berfirman
"dan sesudah kesulitan itu ada kemudahan, dan sesudah kesulitan itu ada kemudahan"..
Tenang wahai saudara ku..
Allah SWT tidak akan pernah ingkar dengan janji  Nya..
ikhlas lah menghadapi setiap permasalahan yang terjadi..
insya Allah semuanya akan berjalan baik-baik saja..
percayalah bahwa Allah akan menolong hamba yang membutuhkan Nya..
tetap semangat saudara ku...
kenapa semua ini terasa berat??
karena surga itu manis...
ingat saudara ku...
surga itu bukanlah hadiah cuma-cuma yang diberikan Allah kepada hamba Nya..
kita harus membayar surga dengan melakukan amal-amal yang akan menambah saldo pahala kita..
ALLAHU AKBAR !!!!!

KAU TAK SENDIRI

Tulisan ini saya persembahkan untuk mereka yang tengah merasa sendiri. Pernahkah merasa sendiri? Merasa seolah tak ada orang lai...